Ini Alasan Mengapa Rasulullah Menyayangi Kucing

Rasulullah Menyayangi Kucing - http://ift.tt/2gK3neh
Foto : Rasulullah Menyayangi Kucing (Bintangdotcom)
Sahabat Pecinta Kucing,
Subhanallah, Yang tidak pernah kita ketahui ternyata merawat kucing mempunyai banyak manfaat, diantaranya adalah untuk menghilangkan rasa stress, hingga mendatangkan pahala dikarenakan kita telah menyayangi dan merawat makhluk ciptaan Allah SWT.

Sahabat Pecinta Kucing tahu kah jika pada bagian lidah kucing sangat berbeda dengan anjing begitu juga dengan hewan lainnya? Menurut penelitian, pada lidah kucing dinyatakan bersih dari unsur kuman dan mikroba, Maka dari itu, Rasulullah membolehkan kucing dijadikan hewan peliharaan di rumah, bahkan Rasulullah Menyayangi Kucing.

Rasulullah mempunyai seekor kucing bernama Mueeza. Suatu ketika, saat Rasulullah hendak mengambil jubahnya, di Mueeza sedang tidur terlelap di atas jubahnya. Tidak mau mengganggu istirahat hewan kesayangannya itu, Nabi pun memotong belahan dari lengan yang sedang ditiduri oleh Mueeza dari jubahnya itu. Salah Satu Bentuk Rasulullah Menyayangi Kucing.

Pada saat Nabi kembali pulang ke rumah, Muezza sudah terbangun dan merunduk sujud kpada majikannya. Sbagai balesan, Nabi pun menyatakan kasih sayangnya dgn mengelus lembut pada badan kucing itu sebanyak 3x.

Pada aktivitas lain, sering kali Nabi mnerima tamu di rumahnya, nabi terkadang menggendong mueeza dan meletakkan dipahanya. Satu diantara sifat dari Mueeza yang Nabi sukai adalah ia akan mengeong saat mendengarkan suara adzan, dan suaranya seolah-olah seperti sedang mengikuti lantunan suara adzan. Untuk para sahabat, Nabi pun berpesan supaya menyayangi kucing yang dipelihara, bagaikan menyanyangi keluarga sendiri.

Hukuman untuk yang menyakiti hewan imut ini dikategorikan sangatlah serius, di dalam hadist shohih Al-Bukhari, Ada kisah tentang seorang wanita yang tak pernah memberi makan kucing peliharaannya, dan tetapi tidak mau melepas kucingnya supaya mencari makanannya sendiri, Rasulullah SAW pun menerangkan bahwa hukuman untuk wanita tersebut yaitu siksa neraka.

Rasulullah saw bersabda, “Seorang wanita dimasukan ke dalam neraka dikarenakan seekor kucing yang dia ikat dan tidak pula diberikan makan bahkan tidak diperbolehkan untuk makan binatang-binatang kecil di lantai,” (HR. Bukhari).

Nabi menegaskan di beberapa hadist bahwa kucing termasuk hewan yang dikategorikan tidak najis. Bahkan kita diperbolehkan berwudhu dari air bekas minum kucing dikarenakan dianggap air yang suci.

Mengapa Rasulullah Saw yang buta baca-tulis, berani dengan menyatakan bahwa kucing itu suci dan tidak najis? Lalu, gimana sih Nabi dapat mengetahui bila pada badan kucing tidak najis?

Fakta Ilmiah Pertama tentang istimewanya Kucing : Pada kulitnya ada otot yang berfungsi guna menolak biang bakteri. Pada bagian otot kucing itu juga bisa menyesuaikan dari sentuhan otot manusia. Pada permukaan bagian lidah kucing ditutupi oleh banyak benjolan kecil runcing, benjolan ini berbentuk bengkok dan mengerucut mirip kikir atau gergaji. Bentuk ini bermanfaat guna membersihkan bagian kulit. Pada saat kucing minum, tak ada setetes cairan yang keluar dari lidahnya. Sedangkan lidah kucing adalah alat pembersih tercanggih, permukaannya kasar serta dapat membuang bulu-bulu yang mati juga membersihkan bulu kucing yang tersisa di bagian badannya.

Fakta Ilmiah yang kedua : hasil dari penelitian kucing dari berbagai macam perbedaan usia, letak posisi kulit, bagian punggung, bagian dalam telapak kaki, pelindung mulut, serta ekor kucing. Pada bagian tersebut dilakukan pengambilan sample dengan usapan dilakukan pula penanaman kuman di bagian-bagian khusus.

diambil juga cairan khusus yang terdapat pada bgaian dinding di dalam mulut dan lidah.
Hasilnya yaitu :
– Pada bagian kulit luar adalah negatif berkuman, meskipun dilakukan berulang kali.
– Diperoleh Hasil negatif dari kuman kurang lebih 80% bila dilihat pada bagian cairan yang diambil dari bagian dinding mulut.
– Cairan yang diambil dari permukaan lidah juga memberikan hasil negatif berkuman.
– Adapun kuman yang ditemukan masuk kelompok kuman yang dianggap sebagai kuman biasa dan biasa berkembang pada tubuh manusia dalam jumlah terbatas adalah streptococcus, taphylococcus, dan enterobacter. Jumlahnya tidak lebih dari 50.000 pertumbuhan.
– Tak ditemukannya kuman-kuman yang beragam.
– Dari banyak sumber yang bisa dipercaya serta hasil dari penelitian laboratorium menyebutkan bahwa kucing tidak mempunyai kuman serta mikroba. Air Liurnya bersih bahkan membersihkan.

Fakta Ilmiah yang ketiga :
Dari hasil penelitian kedokteran dan percobaan yang dilakukan di lab hewan, diperoleh bahwa badan kucing bersih secara menyeluruh. Bahkan kucing lebih bersih dibandingkan dengan manusia.

Fakta Ilmiah ke empat : Pada zaman dulu kucing digunakan sebagai terapi. Suara Dengkur kucing yang memilik frekwensi 50Hz baik untuk kesehatan. Selain terapi itu, dengan mengelus-elus kucing dapat menurunkan kadar stress manusia.

Itulah Alasan Mengapa Rasulullah Menyayangi Kucing. Semoga Bermanfaat!

Dipublikasikan oleh : http://ift.tt/2gK3neh kutip Annida

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Ini Alasan Mengapa Rasulullah Menyayangi Kucing